Postingan

Resensi Buku "21 Adab untuk Abad ke 21"

Setelah sukses dengan dua bukunya terdahulu, yaitu  Sapiens , yang mengulas sejarah singkat umat manusia (masa lalu), dengan  Homo Deus , yang mengulas apa yang mungkin terjadi pada manusia kedepannya (masa depan), Harari kembali meluncurkan sebuah buku, yang berjudul  21 Adab untuk Abad 21  (masa sekarang). Buku ini telah terbit dalam bahasa Indonesia, meski belum resmi diluncurkan di toko buku besar, seperti Gramedia. Di ranah global sendiri, buku ini telah diterbitkan di banyak negara, dengan judul  21 Lessons for the 21st Century , dan banyak mendapat respon positif dari pembaca. Pada tulisan ini, saya hanya memberikan gambaran awal buku ini. Seperti halnya konsep Google Book (toko online yang menjual buku berbentuk digital), untuk membacanya secara utuh Anda harus mengeluarkan sedikit uang Anda. Tulisan inipun bukan sepenuhnya tulisan saya, isi tulisan ini merupakan review bab awal dari buku ini, yang penulis tambahkan beberapa keterangan agar sedikit muda...

Produksi Ruang, Hak Kota, dan Revolusi Urban di Jakarta Timur Mengunakan Perspektif Henry Levebfre

Ruang dan waktu merupakan sebuah hal yang niscaya dalam kehidupan manusia. Segala interaksi sosial, yaitu individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok pastilah terjadi dalam ruang dan waktu. Pada penelitian ini, hal yang akan disoroti sekaligus di analisis adalah mengenai salah satu dari elemen tersebut, yaitu mengenai ruang. Ruang pada dasarnya netral, kosong atau hampa, itu terjadi jutaan tahun lalu sebelum makhluk hidup muncul dari hasil evolusi, ruang itu disebut ruang alamiah atau ruang absolut. Kenyataannya hari ini, ruang alamiah sudah tidak ada lagi, karena ruang sudah dimaknai sebagai tempat kontestasi makhluk hidup untuk berinteraksi, menjadikan ruang sebagai sebuah arena kompetisi untuk dikuasai. Konsep itulah yang dikemukakan oleh Henry Levebfre, sebagai produksi ruang. Yaitu ruang yang di hasilkan dari sebuah proses tindakan sosial, hasil produksi ruang sosial berkenaan dengan bagaimana praktik spasial diwujudkan melalui pers...

Resensi Buku “Sapiens, Riwayat Singkat Umat Manusia” Bacaan Wajib Anak Ilmu Sosial, Karya Yuval Noah Harari

Buku ini sebagai Hiburan Mendekati akhir bulan Desember, sebagian besar manusia yang Saya kenal akan memiliki dua sikap yang khas. Pertama merasa bahagia, karena akan ada cuti bersama yang cukup panjang, biasanya dimanfaatkan untuk berlibur dan bersantai. Kedua merasa cemas, karena waktu terasa sangat cepat sekali berlalu, hingga resolusi-resolusi tahun lalu tampaknya akan kembali ditangguhkan ke tahun depan. Saya sendiri memiliki sikap yang samar-samar, disatu sisi bahagia karena libur telah tiba, tetapi juga sekaligus cemas resolusi-resolusi tahun lalu harus kembali jadi resolusi tahun depan. Selagi terus berpikir dan merencanakan, tampaknya liburan akhir tahun selalu menyisakan titik jenuh bila terlalu lama dinikmati, untuk itulah dibuat review buku ini, yang semoga saja menjadi teman sepi di kala sendiri. Asyik. Review kali ini akan membahas sebuah buku Sains Populer yang berjudul “Sapiens, Riwayat Singkat Umat Manusia”. Secara umum, seperti judulnya buku ini menjelas...

Resensi Novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata

“Tapi pasti pengalaman selalu menunjukan bahwa hidup dengan usaha adalah mata yang ditutup untuk memilih buah-buahan dalam keranjang. Buah apapun yang didapat kita tetap mendapat buah. Sedangkan hidup tanpa usaha adalah mata yang ditutup untuk mencari kucing hitam di dalam kamar gelap dan kucingnya tidak ada” (dalam benak Ikal yang sedang memikirkan nasib temannya Mahar) Ajaib, bila anda berpikir bagaimana sebuah karya sastra bisa mengubah pola pikir seseorang melihat dirinya, dari yang awalnya mengeluh, tanpa gairah hidup, dan memberikanmu semangat yang luar biasa dahsyatnya, energi yang datang dari setiap kata yang dirangkai dalam kalimat, kalimat yang menjadi paragraf, dan paragraf yang menjadi bagian dari bab, semuanya tersusun indah untuk menceritakan kisah hidup yang memilukan, dramatis, ironis sekaligus menggelikan, menyenangakan dan menginspirasi dari sebuah kelompok yang terdiri dari sebelas anak yaitu Ikal, Lintang, Mahar, Taprani, Harun, Borek, Kucai, Syahdan, A Kiong, dan...

Peran Mahasiswa dalam Membumikan Ilmu Sosiologi di Indonesia

Ilmu sosiologi adalah disiplin ilmu terapan yang masih sangat muda jika dibandingkan dengan ilmu sosial lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan ilmu alam. Oleh karena itu, ilmu yang lahir pada abad ke-18 ini eksistensinya di masyarakat terutama di Indonesia masih belum cukup maksimal. Belum lagi bentuk kebermanfaatannya yang dirasa bagi sebagian orang tidak terlalu vital jika dibandingkan dengan ilmu lain misalnya ilmu ekonomi maupun kedokteran. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya masyarakat kita yang tidak mengetahui dan bahkan memandang sebelah mata ilmu sosiologi. Bukti di lapangan juga membuktikan bahwa sosiologi belum mendapat tempat yang cukup pasti dan luas dalam bidang lapangan pekerjaan jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa sosiologi untuk mengangkat citra dari disiplin ilmu sosiologi ini, terutama di Indonesia. Untuk mengkaji itu semua, Saya mencoba untuk kembali melihat sejarah sosiologi itu sendiri di Eropa, kemudian mencoba m...